Lava tour merapi

harga wisata jeep merapi 2019

Lava tour merapi adalah kegiatan wisata adventure menggunakan jeep offroad classic. Tour merapi melewati daerah dan dusun yang terkena imbas bencana letusan merapi tahun 2010. Kendaraan untuk tour merapi ini adalah jeep offroad, sangat menyenangkan dan memacu adrenaline untuk yang menyukainya.

Lava tour di gunung merapi ini telah menjadi andalan pariwisata di kabupaten sleman, Yogyakarta. Wisatawan datang berduyun-duyun untuk menikmati wisata lava tour ini. Jeep merapi Kepuharjo (JMK) adalah salah satu operator penyedia layanan wisata lava tour ini.

Lava tour merapi harga sewanya mulai 350ribu untuk paket short lava tour, durasi nya sekitar 1,5 jam. Anda akan mendapatkan fasilitas, helm dan masker. Maksimum jumlah penumpang per jeep lava tour adalah 4 orang dewasa. Selama 90 menit anda akan ditemani oleh driver sekaligus guide lava tour yang akan menjelaskan tentang segala hal yang perlu diketahui. Sangat menyenangkan dan wajib di coba lava tour ini. Segera telpon kami untuk booking wisata lava tour merapi ini.

Dengan paket standar lava tour anda akan melintasi berbagai macam objek wisata yang ada. Berikut paket lava tour yang disediakan oleh Jeep Merapi Kepuharjo (JMK) :
PAKET SHORT Lava tour merapi 350.000
-+90 MENIT
Rute :
– Museum Mini Sisa Hartaku
– Batu Alien
– Bunker Kaliadem

PAKET MEDIUM Lava tour merapi 450.000
-+120 MENIT
Rute :
– Museum mini sisa hartaku
– Batu Alien
– Bunker Kaliadem
– Rumah Mbah Maridjan/track air

PAKET LONG Lava tour merapi 550.000
-+150 MENIT
Rute
– Museum Mini Sisa Hartaku
– Batu Alien
– Bunker Kaliadem
– Rumah Mbah Maridjan
– Track Air

PAKET SUPER LONG Lava tour merapi 700.000
-+180 MENIT
Rute :
– Museum Mini Sisa Hartaku
– Batu Alien
– Bunker Kaliadem
– Rumah Mbah Maridjan
– Track Air
– makam mbah maridjan

PAKET SUNRISE Lava tour merapi
90 MENIT
Rute :
-Bunker Kaliadem
-Batu Alien
-Museum Mini Sisa Hartaku

ALTERNATIF TRIP (tiket ditanggung pengunjung)
-Stone Henge
-Taman bunga

Jeep wisata merapi bersama JMK

jeep merapi kepuharjo

Jeep wisata merapi by JMK (jeep merapi kepuharjo) memberikan pelayanan terbaik adventure di lereng gunung merapi. Rugi kalau berwisata ke Jogja tanpa merasakan jeep wisata merapi lava tour. Jeep yang kami sediakan dipastikan memiliki standar keamanan yang tinggi. Driver jeep wisata yang terlatih di medan offroad baik secara teknik dan skill.

team jeep merapi kepuharjo

Petualangan di lereng gunung merapi memakai jeep offroad sudah terkenal seantero negeri, kamu harus coba ya. Rasakan adventure yang berbeda ketika menaiki jeep wisata merapi, dijamin puas.

Jeep merapi kepuharjo (JMK) adalah salah satu operator handal yang terdiri dari orang-orang berpengalaman memberikan momen terbaik untuk kamu ketika di offroad dengan jeep merapi. Mau foto-foto di spot terbaik team driver jeep kami pasti akan bantu. Driver kami juga akan sekaligus menjadi guide selama perjalanan berpetualang di gunung merapi.

BACA JUGA : Mitos Tentang Mbah Marijan

Harga jeep wisata mulai 350ribu bisa di naikin sampai 5 orang dewasa. Sudah termasuk asuransi, helmet dan masker. Armada jeep wisata kami terdiri dari toyota, jeep willys dan berbagai jeep lawas lainnya.

Hanya dengan 350ribu kamu akan berkeliling selama kurang lebih 1,5 jam. Banyak objek wisata yang akan kamu datangi ketika menyewa paket jeep wisata, berikut diantaranya :

1.Kali Opak
Kali Opak merupakan salah satu sungai yang berhulu di lereng gunung merapi sebelah selatan. Panjang sungai Opak kurang lebih 12 KM dengan kedalaman sekitar 30 meter. Sungai ini memisahkan dua desa di kecamatan Cangkringan yaitu desa Kepuharjo dan desa Umbulharjo. Sebelum erupsi merapi tahun 2010, tebing di sungai Opak ditumbuhi pepohonan liar yang cukup banyak. Di sekitar sungai juga tumbuh dengan subur pohon-pohon sengon milik warga sekitar. Sejak puluhan tahun lalu banyak warga yang mencari nafkah di sungai ini dengan cara menambang pasir dan batu yang ada di dalamnya.

jeep wisata merapi

2.Museum Sisa Harta Ku
Museum sisa harta ku terletak di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Museum ini merupakan satu dari sekian banyak rumah yang hancur akibat letusan Gunung Merapi tahun 2010. Keadaan rumah yang rusak parah mampu membuat kita membayangkan betapa mengerikannya bencana erupsi merapi yang terjadi pada tahun 2010 silam.
Benda yang cukup berkesan di dalam museum ini yaitu jam erupsi. Jam ini merupakan satu-satunya jam yang menunjukkan waktu ketika rumah atau daerah di wilayah tersebut harcur akibat erupsi merapi. Jarum pendek menunjuk angka 12 sedangkan jarum panjang menunjuk angka 5, atau dengan kata lain wilayah dusun Petung hancur pada pukul 00.05 WIB malam jum’at Kliwon, 5 November 2010.

jeep wisata merapi museum sisa hartaku

3.Batu Alien
Batu Alien merupakan salah satu batu besar yang keluar dari mulut gunung merapi ketika erupsi tahun 2010. Batu Alien memiliki diameter kurang lebih 5 meter. Batu tersebut dijuluki batu Alien karena bentuknya yang menyerupai wajah manusia. Dari sisi samping kiri batu, terlihat jelas bentuk batu nampak seperti kepala manusia yang dilengkapi dengan anggota tubuh pada umumnya yaitu mata, hidung, mulut, telinga, dagu dan kening. Banyak orang berpendapat bahwa wajah di batu tersebut menunjukkan ekspresi sedih atau sedang menangis.

jeep wisata merapi batu alien

4.Bunker Kaliadem
Pada tahun 2005, dibangun sebuah bunker di lereng gunung Merapi tepatnya di dusun Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Tujuannya yaitu sebagai tempat perlindungan atau persembunyian ketika gunung Merapi meletus. Bunker tersebut berukuran 12 x 8 meter dan terletak di bawah tanah dengan kedalaman sekitar 3 meter. Di dalam bunker dilengkapi sebuah ruang tabung oksigen, kamar mandi, dan lampu untuk penerangan.
Pada tahun 2006 lalu, bunker ini tertimbun material lava akibat letusan gunung Merapi. Di dalam bunker tersebut ditemukan 2 orang mayat yang meninggal terbakar karena suhu lava yang superr panas yaitu 600o celcius. Tahun 2010 bunker Kaliadem kembali tertimbun material lava akibat letusan gunung Merapi. Meski sudah 2 kali tertimbun lava merapi, namun sampai saat ini bangunan bunker masih kokoh berdiri.

jeep wisata merapi bungker kaliadem

5.Makam Mbah Maridjan
Siapa yang tak tahu dengan Mbah Maridjan! Orang yang sudah puluhan tahun bertugas menjaga merapi itu akhirnya gugur dalam perang. Berkat kegigihan melaksanakan tugas, banyak orang menganggapnya sebagai pahlawan Merapi. Tak sedikit orang menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Mbah Maridjan yang tertelak di Dusun Srunen, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Dalamnya sungai Gendol yang menjadi jalur utama luncuran lava dari Merapi tak menjadi hambatan bagi para peziarah untuk datang ke makam Mbah Maridjan. Ayo berziarah ke makam pahlawan Merapi atau Mbah Maridjan. DATANG, DUDUK, DOAKAN!

makam mbah maridjan jeep wisata merapi

6.Wisata Air Kali Kuning
Kali Kuning merupakan salah satu sumber mata air yang terletak di lereng gunung Merapi sebelah selatan. Di kali Kuning terdapat 2 sumber mata air yaitu umbul lanang dan umbul wadon. Gabungan kedua sumber air tersebut membuat arus air menjadi cukup deras. Banyak penduduk di sekitar sungai yang memanfaatkan air Kali Kuning untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Airnya yang jernih dan bersih membuat banyak ikan-ikan kecil hidup di sana. Bermain air di sungai Kuning akan membuat badan terasa segar dan membuat seseorang dapat sejenak melupakan segala masalah yang ada padanya.

harga jeep wisata merapi

7.Bukit Glagahsari
Bukit Glagahsari terletak di desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Bukit ini berada di lereng gunung merapi sebelah selatan dengan jarak sekitar 3 kilometer dari puncak. Disekitaran bukit tumbuh banyak pohon yang menyerupai pohon cemara atau lebih dikenal dengan pohon Sogo. Banyaknya pohon tersebut membuat pemandangan di sekitar bukit sangat indah sehingga menggugah untuk melakukan pengambilan gambar. Kesejukan udara di wilayah tersebut semakin menambah kenyamanan untuk berlama-lama berada di bukit Glagahsari.

jeep wisata merapi 2019

BACA JUGA : Sejarah Letusan Gunung Merapi

Banyak kan? ayo sekarang waktunya kamu memasukkan jeep wisata merapi sebagai salah satu objek wisata yang kamu harus datangi ya. Segera booking jeep wisata via chat WA atau telpon 0857 29517802 (mas guruh). Mau jeep wisata bersama rombongan, keluarga, sahabat atau teman kantor, kami siap. Jangan lupa wisata jeep ya JMK (jeep merapi kepuharjo) terbukti melayani dengan prima.

Sejarah Letusan dan Mitos Gunung Merapi

sejarah letusan merapi

Sejarah Letusan Gunung Merapi

Gunung merapi yang merupakan salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia memiliki beberapa sejarah buruk dimana gunung tersebut sangat sering erupsi. Gunung ini tercatat sering erupsi setiap dua sampai lima kali dalam setahun. Disekitar pegunungan merapi sendiri terdapat padat permukiman maupun persawahan dimana ini dapat membahayakan nyawa seorang individu manusia yang tinggal disana.

Menurut sumber wikipedia, sekitar tahun 1006 (dugaan) gunung merapi pernah meletus cukup kuat yang membuat seluruh bagian Pulau Jawah Tengah diselubungi abu vulkanik. Seorang ahli geologi yang berasal dari Belanda bernama Reinout Willem Van Bemmelen, mengungkapkan secara teori bahwasannya letusan tersebut telah mengakibatkan Pusat Kerajaan Medang (Mataram Kuno) harus berpindah tempat ke wilayah Jawa Timur.

Terlepas dari itu, tepat pada tahun 1930 ada lagi letusan yang terjadi dari gunung merapi dimana telah melenyapkan tiga belas desa di Pulau Jawa, menghanguskan rumah-rumah penduduk dan menewaskan sekitar 1400 jiwa manusia. Letusan tersebut tercatat sebagai letusan gunung merapi terdahsyat yang telah memakan korban jiwa terbanyak hingga saat ini.

Nah, letusan demi letusan gunung merapi pun kembali terulang, tepatnya bulan November 1994 dimana telah menelan korban jiwa sebanyak 60 orang, dan bulan Juli 1998 terjadi letusan yang sama namun tak sampai memakan korban jiwa manusia. Tidak sampai disitu saja, tahun 2006 dan 2010 gunung merapi juga pernah mengalami erupsi atau letusan.

Sejarah Gunung Merapi menurut Mitos

Konon sebelum terbentuknya gunung merapi, ada sebuah kisah legenda dimana terjadi perseteruan antar dua orang bersaudara bernama Empu Rama dan Empu Pamadi dengan para Dewa khayangan yang bermaksud ingin mendirikan gunung Jamurdipa di Pulau Jawa. Nah, untuk lebih lanjutnya baca terus artikel ini:

Pada zaman dahulu, pulau Jawa diyakini merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia yang memiliki bentuk sedikit aneh dimana pulau tersebut berada di posisi miring dan tak seimbang. Berdasarkan hal demikian, para Dewa yang ada di khayangan berniat untuk mendirikan sebuah gunung bernama Jamurdipa di pulau Jawa tepatnya di kabupaten Sleman, Yogyakarta (sekarang) agar tak miring dan seimbang.

Lantas, Raja Dewa pun mengutus sejumlah pengawalnya untuk turun ke Bumi (Sleman, Yogyakarta) meninjau lokasi. Ditempat tersebut, mereka bertemu dengan dua orang bersaudara bernama Empu Rama dan Empu Pamadi “si pembuat keris” yang memiliki kesaktian mandraguna. Alangkah terkejut pengawal tersebut ketika melihat kedua Empu ini membuat keris hanya menggunakan kepalan tangan dan paha saja diatas percikan bara api yang begitu membara.

Selanjutnya, pengawal tersebut mulai menyampaikan niat dan tujuan kedatangannya terhadap Empu Rama dengan Empu Pamadi yakni memindahkan gunung Jamurdipa ditempati lokasi kedua Empu itu berada. Sejumlah pengawal lalu menyarankan kedua Empu tersebut untuk pindah lokasi dengan mengiminginya tempat baru yang lebih nyaman. Namun, kedua Empu itu merasa keberatan dengan dalih pembuatan keris tidak dapat berpindah-pindah tempat.

Pengawal juga terus berupaya untuk menemukan solusi terbaik dengan menjelaskan kepada mereka yakni apabila gunung Jamurdipa tidak segera dipindahkan disini, maka pulau Jawa lama-kelamaan akan semakin miring dan tak seimbang. Akan tetapi, upaya itu juga gagal sebab kedua Empu tersebut masih bersikukuh-tegang terhadap pendiriannya yakni memilih tetap bertahan dilokasi. Hingga saatnya tiba, kedua Empu ini merasa marah dan membentak para pengawal untuk pulang dan mengurungkan niat tersebut. Disini, kedua belah pihak masih bercekcok dan pada akhirnya Empu Rama dengan Empu Pamadi menyerang para pengawal tersebut. Pertengkaran pun tak terelakan dimana para pengawal dan kedua Empu itu saling menyerang. Namun disayangkan, kesaktian yang dimiliki kedua Empu itu terlalu tinggi dan tak tertandingi oleh para pengawal Dewa tersebut.

Pada akhirnya, Raja Dewa pun murka terhadap kedua Empu tersebut. Disaat bersamaan pula, Dewa yang berada dikhayangan meniupkan gunung Jamurdipa hingga melayang-terbang menimbun kedua Empu yang diketahui sedang membuat keris tersebut. Empu Rama dan Empu Pamadi akhirnya tewas tertimpa gunung tersebut, kemudian perapian tempat mereka membuat keris berubah menjadi kawah berapi di dalam gunung Jamurdipa. Lantas, gunung ini berubah menjadi gunung merapi atau gunung berapi. Nah, itulah sejumlah kisah dari terbentuknya gunung merapi atau gunung berapi yang dapat tersampaikan.

Mitos Tentang Mbah Maridjan

mbah maridjan

Letusan Merapi 2010

Mitos tentang mbah Maridjan? baca dulu sejarahnya ya. Meletusnya Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 2010 lalu membawa cerita mitos amat kuat terhadap keberadaan sosok Eyang Merapi, juru kunci Merapi Mbah Maridjan serta sosok Nyi Roro Kidul yang merupakan anak dari Ibu Kanjeng Ratu Kidul sebagai penguasa Pantai Laut Selatan.

Ada banyak cerita dibalik cerita saat terjadinya letusan gunung Merapi pada November 2010 lalu. Hingga kini menjadi mitos dan catatan sejarah warga. Tewasnya Mbah Maridjan sang juru kunci menjadi kejutan pasalnya kematian Mbah Maridjan membawa kontroversi dan fakta sampai saat ini masih dicari kebenarannya.

Kematian Mbah Maridjan bersama Fajar seorang wartawan media online di ruang belakang atau dapur rumahnya dalam posisi sujud, menggunakan kain sarung dan menghadap ke Pantai Laut Selatan, tempat bersemayamnya anak sang penguasa Laut Selatan, Nyi Roro Kidul. Sering menjadi pergunjingan dan pembicaraan terkait posisi kematianya dalam kondisi sembah sujud.

BACA JUGA : Jeep Wisata Merapi Harus Coba!

Saat itu awalnya banyak warga sekitar menyatakan bahwa kematian Mbah Maridjan saat dirinya sujud dan salat untuk menghadap yang Maha Kuasa. Namun, sebagian warga lain setelah berpikir di dekat rumah Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Kecamatan Cangkringan, Sleman ada sebuah masjid yang sering digunakan Mbah Maridjan salat. Kenapa dia tidak salat saat rumahnya diterjang awan panas atau wedhus gembel?

Ceritapun berkembang, usut punya usut Mbah Maridjan sujud menghadap ke pantai Laut Selatan di mana sang penguasanya Ibu Kanjeng Ratu Kidul dan Nyi Roro Kidul bersemayam. Menurut beberapa warga dan para “orang pintar” yang mengerti dunia metafisika keberadaan pantai Laut Selatan kait eratanya dengan gunung teraktif di dunia itu.

Kisah Kraton Yogyakarta dan Merapi

Raja Mataram, Panembahan Senopati awal penguasa Kraton Solo dan Kraton Yogyakarta mempunyai seorang ayah dan guru sampai kini bersemayam di puncak Merapi. Konon dipanggil dengan nama Eyang Merapi atau sering disebut Loh Toyo.

Hubungan spiritual antara Panembahan Senopati dengan Nyi Roro Kidul terjadi setelah mendapatkan restu dari ayahanda Loh Toyo sang penguasa Merapi. Keserakahan dan kemurkaan terjadi dari kurun waktu berabad-abad mengakibatkan kerusakan di sekitar Merapi.

Terutama kerusakan moral dan spiritual di sekitar wilayah provinsi Yogyakarta dan sekitarnya kini sudah menjadi daerah pendidikan dengan segala masalahnya. Selain sudah menyimpang dari ajaran dan tidak sesuai adat dan budaya sejarah nenek moyang dan leluhur juga penuh dengan orang-orang pendatang tidak menghormati Kerajaan lagi.

“Loh Toyo adalah sosok ayah, pembimbing dan sekaligus pelindung kerajaan Mataram. Pesan-pesan leluhur kerajaan Mataram datang dari Loh Toyo ke sang anak Panembahan Senopati sekaligus murid tak dipegang teguh lagi. Kini sudah pecah, berkembang dan menjadi wilayah penuh kenistaan dan rusak,” ungkap “BR” spiritualis yang biasa dikenal dengan nama Kyai Bolong ini.

Hubungan Loh Toyo dan Ibu Kanjeng Ratu Kidulpun semakin kuat dan sampai saat ini masih terjalin. Jika Merapi bergejolak, maka laut pun bergoyang. Terbukti, pada bulan Mei 2006, erupsi Merapi sempat terjadi berulang-ulang namun setelah Mbah Maridjan sang juru kunci naik ke lereng Merapi dan memohon doa Merapi tidak erupsi.

Malah yang terjadi hantaman ombak pantai Laut Selatan menggoyang Daerah Istimewa Yogyakarta mengakibatkan ribuan korban berjatuhan . Bahkan sempat muncul isu terjadinya tsunami membuat keresahan warga Yogya namun tidak terbukti.

Siapa Mbah Maridjan?

“Mbah Maridjan menjadi seorang sosok penyelamat bagi masyarakatnya. Tapi ibarat pepatah Jawa “melik nggendong lali”. Dia (Maridjan) jadi sosok tokoh terkenal. Saking terkenalnya akhirnya dia menjadi lupa akan titah dan keperkasaanya,” ungkap Mbah Diur seorang spiritualis Merapi tinggal di Dukun, Magelang, Jateng.

Fenomena alam itu yang diibaratkan peringatan warga sekitar Merapi pun kembali terjadi. Sebelum erupsi Merapi 2010 terjadi, muncul pertanda kepulan asap sulvatara membentuk kepala menyerupai tokoh pewayangan salah satu Punokawan yaitu Mbah Petruk. Namun tanda-tanda kekuasaan alam tidak digubris oleh sang pemimpin.

Malah di beberapa kesempatan di media sang raja menyatakan bahwa penampakan kepala Mbah Petruk adalah kepala pinokio. Masyarakat pun kecewa, terutama berada dilereng Merapi. Akhirnya, erupsi Merapi terjadi di tahun 2011.

Amukan sang Merapi tak dapat terbendung. Mbah Maridjan berupaya meminta ampun dan permohonan untuk kesekian kalinya tidak diloloskan dan dipenuhi. Sebelum tewas konon sebelum bersujud ke arah laut Pantai Selatan ke persemayaman Nyi Roro Kidul beserta Ibu Kanjeng Ratu Kidul Mbah Maridjan bersujud ke arah gunung. Maridjan meminta doa dan permohonan kepada sang Loh Toyo alias Eyang Merapi untuk menunda meletusnya.

Namun, saat Mbah Maridjan bersembah sujud ke arah pantai Laut Selatan tempat sang penguasa Ibu Kanjeng Ratu Kidul dan anaknya Nyi Roro Kidul bersemayam permohonan tak dikabulkan. Malah Mbah Maridjan ikut disapu oleh erupsi dihempas awan panas beserta beberapa dan wartawan yang meliput dirumahnya di Kinahrejo, Cangkringan, Sleman.

“Sampai saat ini kematian Mbah Maridjan menjadi kasak kusuk dan mitos rahasia umum apakah dia benar mati karena awan panas atau ritual khusus yang membuatnya harus meninggalkan dunia fana ini,” pungkas Mbah D. *sumber : merdeka.com