Sejarah Letusan dan Mitos Gunung Merapi

Sejarah Letusan Gunung Merapi

Gunung merapi yang merupakan salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia memiliki beberapa sejarah buruk dimana gunung tersebut sangat sering erupsi. Gunung ini tercatat sering erupsi setiap dua sampai lima kali dalam setahun. Disekitar pegunungan merapi sendiri terdapat padat permukiman maupun persawahan dimana ini dapat membahayakan nyawa seorang individu manusia yang tinggal disana.

Menurut sumber wikipedia, sekitar tahun 1006 (dugaan) gunung merapi pernah meletus cukup kuat yang membuat seluruh bagian Pulau Jawah Tengah diselubungi abu vulkanik. Seorang ahli geologi yang berasal dari Belanda bernama Reinout Willem Van Bemmelen, mengungkapkan secara teori bahwasannya letusan tersebut telah mengakibatkan Pusat Kerajaan Medang (Mataram Kuno) harus berpindah tempat ke wilayah Jawa Timur.

Terlepas dari itu, tepat pada tahun 1930 ada lagi letusan yang terjadi dari gunung merapi dimana telah melenyapkan tiga belas desa di Pulau Jawa, menghanguskan rumah-rumah penduduk dan menewaskan sekitar 1400 jiwa manusia. Letusan tersebut tercatat sebagai letusan gunung merapi terdahsyat yang telah memakan korban jiwa terbanyak hingga saat ini.

Nah, letusan demi letusan gunung merapi pun kembali terulang, tepatnya bulan November 1994 dimana telah menelan korban jiwa sebanyak 60 orang, dan bulan Juli 1998 terjadi letusan yang sama namun tak sampai memakan korban jiwa manusia. Tidak sampai disitu saja, tahun 2006 dan 2010 gunung merapi juga pernah mengalami erupsi atau letusan.

Sejarah Gunung Merapi menurut Mitos

Konon sebelum terbentuknya gunung merapi, ada sebuah kisah legenda dimana terjadi perseteruan antar dua orang bersaudara bernama Empu Rama dan Empu Pamadi dengan para Dewa khayangan yang bermaksud ingin mendirikan gunung Jamurdipa di Pulau Jawa. Nah, untuk lebih lanjutnya baca terus artikel ini:

Pada zaman dahulu, pulau Jawa diyakini merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia yang memiliki bentuk sedikit aneh dimana pulau tersebut berada di posisi miring dan tak seimbang. Berdasarkan hal demikian, para Dewa yang ada di khayangan berniat untuk mendirikan sebuah gunung bernama Jamurdipa di pulau Jawa tepatnya di kabupaten Sleman, Yogyakarta (sekarang) agar tak miring dan seimbang.

Lantas, Raja Dewa pun mengutus sejumlah pengawalnya untuk turun ke Bumi (Sleman, Yogyakarta) meninjau lokasi. Ditempat tersebut, mereka bertemu dengan dua orang bersaudara bernama Empu Rama dan Empu Pamadi “si pembuat keris” yang memiliki kesaktian mandraguna. Alangkah terkejut pengawal tersebut ketika melihat kedua Empu ini membuat keris hanya menggunakan kepalan tangan dan paha saja diatas percikan bara api yang begitu membara.

Selanjutnya, pengawal tersebut mulai menyampaikan niat dan tujuan kedatangannya terhadap Empu Rama dengan Empu Pamadi yakni memindahkan gunung Jamurdipa ditempati lokasi kedua Empu itu berada. Sejumlah pengawal lalu menyarankan kedua Empu tersebut untuk pindah lokasi dengan mengiminginya tempat baru yang lebih nyaman. Namun, kedua Empu itu merasa keberatan dengan dalih pembuatan keris tidak dapat berpindah-pindah tempat.

Pengawal juga terus berupaya untuk menemukan solusi terbaik dengan menjelaskan kepada mereka yakni apabila gunung Jamurdipa tidak segera dipindahkan disini, maka pulau Jawa lama-kelamaan akan semakin miring dan tak seimbang. Akan tetapi, upaya itu juga gagal sebab kedua Empu tersebut masih bersikukuh-tegang terhadap pendiriannya yakni memilih tetap bertahan dilokasi. Hingga saatnya tiba, kedua Empu ini merasa marah dan membentak para pengawal untuk pulang dan mengurungkan niat tersebut. Disini, kedua belah pihak masih bercekcok dan pada akhirnya Empu Rama dengan Empu Pamadi menyerang para pengawal tersebut. Pertengkaran pun tak terelakan dimana para pengawal dan kedua Empu itu saling menyerang. Namun disayangkan, kesaktian yang dimiliki kedua Empu itu terlalu tinggi dan tak tertandingi oleh para pengawal Dewa tersebut.

Pada akhirnya, Raja Dewa pun murka terhadap kedua Empu tersebut. Disaat bersamaan pula, Dewa yang berada dikhayangan meniupkan gunung Jamurdipa hingga melayang-terbang menimbun kedua Empu yang diketahui sedang membuat keris tersebut. Empu Rama dan Empu Pamadi akhirnya tewas tertimpa gunung tersebut, kemudian perapian tempat mereka membuat keris berubah menjadi kawah berapi di dalam gunung Jamurdipa. Lantas, gunung ini berubah menjadi gunung merapi atau gunung berapi. Nah, itulah sejumlah kisah dari terbentuknya gunung merapi atau gunung berapi yang dapat tersampaikan.